Keracunan Bahan Kimia Kaustik

(Menelan Bahan Kimia Beracun)

OlehGerald F. O’Malley, DO, Grand Strand Regional Medical Center;
Rika O’Malley, MD, Grand Strand Medical Center
Ditinjau OlehDiane M. Birnbaumer, MD, David Geffen School of Medicine at UCLA
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Apr 2025
v828454_id

Zat kaustik adalah bahan kimia yang sangat asam atau alkali yang dapat menyebabkan luka bakar parah pada mulut dan saluran pencernaan jika tertelan.

  • Jika tertelan, zat kaustik dapat membakar semua jaringan yang bersentuhan dengannya, mulai dari bibir hingga lambung.

  • Gejalanya meliputi nyeri (terutama saat menelan), batuk, sesak napas, dan muntah.

  • Dokter memasukkan slang pengamatan fleksibel ke esofagus untuk mengamati adanya luka bakar dan menentukan tingkat keparahan cedera.

  • Pengobatan ditentukan oleh tingkat kerusakan dan dapat mengharuskan pembedahan.

(Lihat juga Gambaran Umum Keracunan.)

Di seluruh dunia, 80% dari kasus tertelannya zat kaustik (menelan bahan kimia kaustik) terjadi pada anak-anak kecil; biasanya berupa tertelannya zat dalam jumlah kecil tanpa disengaja dan sering kali tidak terlalu berbahaya. Pada orang dewasa, tertelannya zat kaustik sering kali disengaja, dalam jumlah besar, dan mengancam jiwa.

Sumber kaustik yang umum meliputi pembersih saluran pembuangan dan kloset berbentuk padat dan cair, asam baterai, dan asam hidroklorat untuk kolam renang. Produk industri biasanya lebih terkonsentrasi daripada produk rumah tangga sehingga cenderung lebih merusak. Namun, beberapa produk rumah tangga yang umum, termasuk pembersih saluran pembuangan dan kloset serta beberapa sabun pencuci piring, mengandung zat kaustik yang merusak, seperti natrium hidroksida dan asam sulfat.

Jika tertelan, zat kaustik dapat membakar lidah, mulut, esofagus, dan lambung. Luka bakar ini dapat menyebabkan perforasi (lubang) esofagus atau lambung. Makanan dan air liur yang bocor akibat perforasi menyebabkan infeksi parah yang terkadang mematikan di dalam dada (mediastinitis atau empiema) atau abdomen (peritonitis). Luka bakar yang tidak menimbulkan perforasi dapat menyebabkan luka parut pada esofagus dan lambung.

Zat kaustik tersedia dalam bentuk padat dan cair. Sensasi terbakar dari partikel padat yang menempel pada permukaan lembab (seperti bibir) dapat mencegah seseorang mengonsumsi produk dalam jumlah banyak. Karena bentuk cair tidak menempel, lebih mudah untuk mengonsumsi produk dalam jumlah banyak, sehingga menyebabkan kerusakan pada seluruh esofagus. Cairan juga dapat terhirup (teraspirasi) ke dalam saluran napas, sehingga menyebabkan cedera saluran napas atas.

Gejala Keracunan Bahan Kimia Kaustik

Nyeri di mulut dan tenggorokan berkembang pesat, biasanya dalam beberapa menit, dan dapat menjadi parah, terutama saat menelan. Batuk, meneteskan air liur, ketidakmampuan untuk menelan, muntah, muntah darah, dan sesak napas dapat terjadi. Pada kasus-kasus berat yang melibatkan zat kaustik yang kuat, seseorang dapat mengalami tekanan darah yang sangat rendah (syok), kesulitan bernapas, atau nyeri dada, yang dapat menyebabkan kematian.

Perforasi esofagus atau lambung dapat terjadi dalam beberapa jam, selama minggu pertama setelah tertelan, atau kapan saja di antaranya, sering kali setelah muntah atau batuk parah. Esofagus dapat mengalami perforasi pada area di antara paru-paru (mediastinum) atau pada area di sekitar paru-paru (rongga pleura). Kondisi mana pun itu dapat menyebabkan nyeri dada yang parah, demam, detak jantung cepat, pernapasan cepat, tekanan darah sangat rendah, dan perlunya diambil tindakan pembedahan. Peritonitis menyebabkan nyeri perut yang parah jika terjadi perforasi lambung.

Jaringan parut pada esofagus menyebabkan penyempitan (striktur) dan terkadang mencakup kerusakan pada otot yang bertanggung jawab untuk menelan, yang keduanya menyebabkan kesulitan menelan. Striktur biasanya muncul beberapa minggu setelah luka bakar terjadi, terkadang pada luka bakar yang awalnya hanya menyebabkan gejala ringan.

Orang dengan jaringan parut dan kerusakan pada esofagus dapat menderita kanker pada esofagus bertahun-tahun setelah cedera.

Diagnosis Keracunan Bahan Kimia Kaustik

  • Evaluasi dokter

  • Terkadang endoskopi

Mulut diperiksa untuk melihat adanya luka bakar kimia. Karena esofagus dan lambung dapat mengalami luka bakar tanpa menimbulkan luka bakar pada mulut, dokter dapat memasukkan tabung pengamatan fleksibel (endoskopi) ke dalam esofagus untuk mengamati luka bakar, terutama jika seseorang meneteskan air liur atau kesulitan menelan. Dengan melakukan inspeksi langsung terhadap area tersebut dokter dapat menentukan tingkat keparahan cedera dan kemungkinan untuk memprediksi risiko penyempitan selanjutnya dan kemungkinan kebutuhan untuk perbaikan melalui pembedahan untuk esofagus. Endoskopi dapat tertunda jika kondisi seseorang sangat lemah untuk menjalani prosedur tersebut.

Pemindaian sinar-x dan tomografi terkomputasi (CT) mungkin diperlukan untuk mengevaluasi tingkat cedera.

Pengobatan Keracunan Bahan Kimia Kaustik

  • Minum air atau susu untuk mengencerkan zat kaustik

  • Terkadang dilakukan pembedahan untuk memperbaiki kerusakan

  • Menghindari pengosongan lambung

Tingkat kerusakan menentukan jenis pengobatan. Orang dengan luka bakar parah terkadang memerlukan pembedahan segera untuk mengangkat jaringan yang rusak parah.

Karena zat kaustik dapat menyebabkan kerusakan yang banyak saat naik kembali ke esofagus seperti saat tertelan, seseorang yang telah menelan zat kaustik tidak boleh dipicu untuk muntah. Sirop ipecac dan arang aktif tidak diberikan.

Jika luka bakarnya terbilang ringan, seseorang mungkin disarankan untuk segera mulai meminum susu atau air putih untuk mengencerkan cairan korosif di dalam lambung. Minum dapat dimulai di rumah atau dalam perjalanan ke rumah sakit. Jika orang tersebut tidak dapat minum, cairan diberikan melalui pembuluh vena hingga memungkinkan untuk minum.

Perforasi diobati dengan antibiotik dan pembedahan.

Jika terjadi striktur, slang bypass (stent) dapat ditempatkan di bagian esofagus yang menyempit guna mencegah tertutupnya esofagus dan memungkinkan pelebaran (dilatasi) di masa mendatang. Pelebaran berulang kali mungkin perlu dilakukan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Untuk penyempitan yang parah, mungkin diperlukan pembedahan untuk membentuk kembali esofagus.

Tahukah Anda...

  • Muntah tidak boleh dipicu pada orang yang telah menelan bahan kimia kaustik karena dapat merusak saluran pencernaan. Sirop ipecac tidak boleh diberikan.

Informasi Lebih Lanjut

Sumber daya berbahasa Inggris berikut ini mungkin berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. Pusat Penanganan Racun Amerika: Mewakili pusat penanganan racun di Amerika Serikat yang menyediakan layanan gratis dan rahasia (24/7) melalui Saluran Bantuan Racun (1-800-222-1222)

  2. Basis Data Informasi Produk Konsumen (CPID) (Database Informasi Produk Konsumen): Informasi tentang bahan dalam produk dalam berbagai kategori (misalnya, otomotif, pemeliharaan rumah, dan pestisida) beserta efek kesehatannya

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!