Fraktur Tulang Selangka

(Fraktur Klavikula)

OlehDanielle Campagne, MD, University of California, San Francisco
Ditinjau OlehDiane M. Birnbaumer, MD, David Geffen School of Medicine at UCLA
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Mar 2025
v830198_id

Fraktur tulang selangka (klavikula) adalah patahnya tulang panjang yang memanjang secara horizontal dari bagian atas tulang dada (sternum) hingga bagian atas tulang bahu (skapula).

  • Fraktur tulang selangka sering kali terjadi setelah jatuh bertumpu pada lengan yang teregang atau bahu atau setelah hantaman langsung.

  • Fraktur ini menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan terkadang tonjolan atau benjolan di tempat tulang yang patah.

  • Dokter biasanya dapat mengidentifikasi fraktur tulang selangka berdasarkan pemeriksaan fisik, tetapi foto sinar-x diambil untuk menentukan lokasi fraktur dan menentukan luasnya cedera.

  • Sebagian besar fraktur tulang selangka hanya membutuhkan tali penyangga, tetapi beberapa jenis fraktur memerlukan pembedahan.

(Lihat juga Gambaran Umum Fraktur.)

Fraktur tulang selangka adalah fraktur umum, terutama di antara anak-anak.

Fraktur pada Tulang Selangka

Pada beberapa fraktur tulang selangka, bagian tulang yang patah tetap berada pada tempatnya (disebut fraktur yang tidak bergeser).

Fraktur tulang selangka sering kali terjadi setelah jatuh bertumpu pada lengan yang teregang atau bahu atau setelah hantaman langsung. Sebagian besar terjadi di dekat bagian tengah tulang. Bagian tulang yang patah tetap berada pada tempatnya (disebut fraktur yang tidak bergeser) atau berada di luar tempatnya (disebut fraktur yang bergeser). Pada beberapa fraktur tulang selangka, terjadi robekan ligamen utama yang menahan tulang selangka ke tulang bahu.

Gejala Fraktur Tulang Selangka

Area ini terasa nyeri dan bengkak, dan nyeri dapat meluas ke bahu. Seseorang mungkin merasakan bahwa tulangnya bergerak dan tidak stabil.

Karena tulang selangka terletak tepat di bawah kulit dan memiliki sedikit otot di atasnya, seorang mungkin melihat tonjolan atau benjolan di tempat tulang tersebut patah. Tulang yang patah jarang menembus kulit, tetapi dapat mendorong kulit hingga menonjol. Efek ini disebut tenting karena menyerupai tiang tenda (tent) yang menahan tenda.

Diagnosis Fraktur Tulang Selangka

  • Sinar-X

  • Kadang-kadang dilakukan tes pencitraan lainnya, seperti tomografi terkomputasi

(Lihat juga Diagnosis Fraktur.)

Jika seseorang merasa mereka mungkin mengalami fraktur tulang selangka, mereka harus segera mengunjungi dokter.

Sekalipun dokter biasanya dapat mengidentifikasi fraktur tulang selangka berdasarkan pemeriksaan fisik, diagnosis mencakup foto sinar-x yang diambil untuk menentukan lokasi fraktur dan menentukan luasnya cedera.

Terkadang, diperlukan tes pencitraan lain, seperti tomografi terkomputasi (CT). CT menggabungkan sinar-x dengan teknologi komputer untuk menghasilkan citra tiga dimensi yang lebih detail dari area yang cedera.

Pengobatan Fraktur Tulang Selangka

  • Biasanya menggunakan tali penyangga

  • Terkadang dilakukan pembedahan

Sebagian besar fraktur tulang selangka dapat diobati dengan cara mengimobilisasinya menggunakan tali penyangga selama 4 hingga 6 minggu (lihat gambar Teknik yang Umum Digunakan untuk Imobilisasi Sendi). Mungkin yang diperlukan hanya tali penyangga.

Adakalanya, ketika bagian tulang yang patah terpisah jauh, kulit menjadi tegang, atau ligamen robek, sehingga diperlukan pembedahan.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!