Dislokasi Tempurung Lutut

(Dislokasi Patella)

OlehJames Y. McCue, MD, University of Washington
Ditinjau OlehDiane M. Birnbaumer, MD, David Geffen School of Medicine at UCLA
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Oct 2025
v13967859_id

Dislokasi tempurung lutut (patella) terjadi ketika tempurung lutut dan ligamen yang menahannya pada tempatnya bergeser menyamping dan keluar dari lutut.

  • Tempurung lutut dapat bergeser keluar dari tempatnya ketika seseorang, biasanya remaja putri dengan abnormalitas lutut, tiba-tiba mencoba untuk mengubah arah.

  • Tempurung lutut terlihat tidak pada tempatnya, dan seseorang merasakan nyeri di bawah tempurung lutut dan tidak dapat meluruskan lutut.

  • Dokter dapat mendiagnosis dislokasi tempurung lutut dengan memeriksa lutut.

  • Dokter menggerakkan tempurung lutut dengan lembut kembali pada tempatnya dan dapat menggunakan alat imobilisasi lutut atau penyangga berengsel.

(Lihat juga Gambaran Umum Dislokasi.)

Dislokasi tempurung lutut berbeda dari dislokasi lutut (yang jauh lebih serius).

Dislokasi tempurung lutut umum terjadi. Kondisi ini sering kali terjadi pada gadis remaja yang memiliki kelainan anatomi pada sendi lutut, seperti ligamen longgar atau tulang yang sedikit tidak sejajar.

Biasanya, tempurung lutut bergeser keluar dari tempatnya ketika seseorang tiba-tiba mencoba untuk mengubah arah. Dislokasi tempurung lutut dapat terjadi dalam olahraga yang melibatkan pemuntiran lutut tiba-tiba dan/atau benturan (seperti sepak bola, senam, bisbol saat mengayunkan tongkat pemukul, dan hoki es). Kondisi ini juga dapat terjadi saat seseorang tersandung atau terpeleset.

Terkadang kekuatan yang menyebabkan dislokasi juga menyebabkan fraktur pada tulang rawan di bagian belakang tempurung lutut atau menyebabkan sebagian kecil dari ujung tulang paha patah.

Gejala Dislokasi Tempurung Lutut

Tempurung lutut yang terdislokasi terlihat tidak pada tempatnya. Seseorang akan merasakan nyeri di bawah tempurung lutut. Sendi terasa nyeri jika ditekann dan sering kali membengkak. Orang tidak dapat meluruskan lutut dan sering kali dapat menggerakkan tempurung lutut dari samping ke samping. Mereka mungkin tidak dapat berjalan.

Diagnosis Dislokasi Tempurung Lutut

  • Evaluasi dokter

  • Pemeriksaan sinar-x untuk memeriksa fraktur

Tempurung lutut yang terlepas dapat bergeser kembali pada tempatnya sendiri sebelum seseorang dapat mengunjungi dokter. Namun demikian, orang-orang tetap harus mengunjungi dokter sehingga dokter dapat memeriksa adanya fraktur yang mungkin terjadi selama cedera.

Tahukah Anda...

  • Jika tempurung lutut bergeser dari tempatnya, seseorang harus mengunjungi dokter sekalipun jika tempurung lutut dapat bergeser kembali ke tempatnya sendiri.

Dokter dapat mendiagnosis dislokasi tempurung lutut saat memeriksa lutut. Jika tempurung lutut sudah bergeser kembali ke tempatnya, mereka mungkin mencurigai bahwa tempurung lutut itu terlepas karena mereka mendeteksi adanya darah di dalam sendi dan sendi terasa nyeri saat ditekan.

Dokter mengambil foto sinar-x dari beberapa sudut untuk memeriksa adanya fraktur.

Pengobatan Dislokasi Tempurung Lutut

  • Manipulasi untuk menggerakkan tempurung lutut kembali pada tempatnya

  • Biasanya menggunakan perban elastis dan kruk atau terkadang alat imobilisasi lutut

  • Jika tempurung lutut tetap tidak stabil, pembedahan harus dilakukan

Dokter memindahkan tempurung lutut yang terdislokasi dengan perlahan agar kembali pada tempatnya (disebut reduksi). Biasanya, tidak diperlukan obat penenang atau analgesik. Kemudian lutut diperiksa stabilitasnya dengan menggerakkannya sesuai rentang geraknya (menekuk dan memanjangkan lutut). Jika lutut stabil, maka akan dibungkus dengan perban elastis, dan orang akan diberi kruk untuk digunakan. Jika lutut tidak stabil, alat imobilisasi lutut dapat dipasang. Perangkat ini menopang lutut dan menjaganya agar tidak membengkok. Alat imobilisasi dipasang selama beberapa hari. Setelah dilepas, terapi fisik diperlukan untuk mengembalikan kekuatan otot dan meningkatkan rentang gerak lutut.

Sendi mungkin perlu diperbaiki melalui pembedahan oleh dokter bedah ortopedi jika salah satu dari hal berikut terjadi:

  • Tulang mengalami fraktur.

  • Tulang rawan pada sendi mengalami cedera.

  • Lutut tetap tidak stabil setelah pengobatan awal.

Pembedahan dapat dilakukan menggunakan slang pengamatan kecil yang disisipkan ke dalam sendi melalui sayatan kecil (bedah artroskopi), atau pembedahan terbuka (memerlukan sayatan yang lebih besar) dapat dilakukan.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!