Fraktur Hidung

OlehSam P. Most, MD, Stanford University Medical Center
Ditinjau OlehDavid A. Spain, MD, Department of Surgery, Stanford University
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Mar 2024
v796068_id

Tulang hidung lebih sering patah dibandingkan tulang wajah lainnya.

  • Biasanya, hidung yang patah (fraktur) akan mengalami mimisan, terasa nyeri, dan membengkak.

  • Untuk mendiagnosis patahnya hidung, dokter memeriksa dan meraba jembatan pada hidung.

  • Dokter terkadang perlu mendorong bagian tulang yang patah kembali pada tempatnya.

Ketika tulang hidung patah, membran mukosa yang melapisi hidung dapat robek, sehingga menyebabkan mimisan. Umumnya, jembatan hidung didorong ke satu sisi. Terkadang tulang rawan septum hidung (jaringan elastis yang membagi rongga hidung menjadi dua) dapat didorong ke satu sisi. Jika darah terkumpul di bawah membran yang melapisi tulang rawan septum hidung (disebut hematoma septum), maka tulang rawan dapat mati. Tulang rawan yang mati dapat hancur, sehingga menyebabkan jembatan hidung merosot di tengah (disebut deformitas hidung pelana).

Deformitas Hidung Pelana

Deformitas hidung pelana terjadi ketika tulang rawan pada hidung mati dan terdisintegrasi. Akibatnya, jembatan hidung melorot di tengah.

Terkadang saat hidung patah, tulang yang menghubungkan hidung dengan tengkorak akan mengalami kerusakan. Kerusakan ini dapat menyebabkan bocornya cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (cairan serebrospinal). Kerusakan ini juga dapat menyebabkan bakteri dari hidung memasuki ruang di sekitar otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan infeksi serius (meningitis).

Gejala Fraktur Hidung

Seseorang yang mengalami mimisan, nyeri, dan bengkak serta nyeri tekan setelah cedera tumpul mungkin saja mengalami patah hidung. Hidung yang patah mungkin terlihat bengkok. Terkadang area di sekitar mata juga terlihat memar. Hidung tetap membengkak selama 3 hingga 5 hari setelah fraktur.

Diagnosis Fraktur Hidung

  • Pemeriksaan dokter

Diperlukan perhatian medis agar dokter dapat menemukan hematoma septum, kebocoran cairan serebrospinal, dan cedera wajah lainnya yang mungkin perlu segera ditangani.

Biasanya, dokter mendiagnosis patahnya hidung dengan meraba secara perlahan jembatan hidung untuk mengetahui adanya gangguan bentuk dan keselarasan, pergerakan tulang yang tidak biasa, sensasi kasar dari patah tulang yang saling bergesekan, dan nyeri tekan.

Pengambilan foto sinar-x pada hidung biasanya tidak dilakukan karena tidak akurat untuk mendiagnosis fraktur atau membantu dalam menunjukkan pengobatan apa yang perlu diberikan. Jika dokter mencurigai adanya cedera pada tulang lain di wajah atau tengkorak, mereka melakukan tomografi terkomputasi (CT).

Tahukah Anda...

  • Untuk sebagian besar fraktur tulang hidung, pemeriksaan oleh dokter memberikan diagnosis yang lebih akurat dibandingkan foto sinar-x.

Pengobatan Fraktur Hidung

  • Meredakan nyeri dan pembengkakan

  • Drainase segera terhadap hematoma septum

  • Terkadang dilakukan penyejajaran kembali terhadap tulang yang mengalami fraktur

Pengobatan nyeri dan pembengkakan

Menggunakan kompres es (setiap 2 jam masing-masing selama 15 menit, jika memungkinkan) selama sekitar 2 hari, meminum pereda nyeri (seperti asetaminofen), dan tidur dengan kepala ditinggikan membantu membatasi rasa nyeri dan pembengkakan.

Pengobatan hematoma

Dilakukan drainase hematoma septum sesegera mungkin. Darah harus diambil untuk mencegah kerusakan tulang rawan.

Pengobatan fraktur

Fraktur itu sendiri dapat menunggu. Dokter biasanya menunggu 3 sampai 5 hari setelah cedera hingga pembengkakan mereda sebelum mendorong bagian tulang yang patah kembali pada tempatnya (disebut reduksi). Menunggu memudahkan dokter untuk melihat dan merasakan saat bagian-bagiannya sudah sejajar dengan sempurna. Banyak fraktur hidung tidak mengganggu kesejajaran dan tidak harus direduksi.

Pertama, dokter memberikan anestesi lokal kepada orang dewasa, yang mengebaskan area tersebut. Anak-anak diberi anestesi umum, yang menyebabkan mereka tidak sadar untuk sementara. Dengan menekan menggunakan jari dan mengangkat dengan instrumen yang dimasukkan ke dalam hidung, dokter memanipulasi tulang ke posisi normalnya. Hidung kemudian distabilkan dengan bidai eksternal. Dokter mungkin juga perlu memasukkan kasa ke dalam hidung (pengisi internal). Antibiotik diberikan saat pengisian kasa dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi. Fraktur tulang hidung sembuh dalam waktu sekitar 6 minggu.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!