Bawang putih

OlehLaura Shane-McWhorter, PharmD, University of Utah College of Pharmacy
Ditinjau OlehEva M. Vivian, PharmD, MS, PhD, University of Wisconsin School of Pharmacy
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2025
v833885_id

Bawang putih adalah herba yang telah lama digunakan dalam memasak dan pengobatan. Ketika siung bawang putih dipotong atau dihancurkan, asam amino yang menjadi produk sampingannya, yang disebut alisin, dilepaskan. Alisin bertanggung jawab atas bau dan sifat obat yang kuat dari bawang putih.

Karena bahan aktif tersebut hancur saat bawang putih dihancurkan, jumlah bahan aktif dalam berbagai bentuk bawang putih sangat bervariasi. Ekstrak bawang putih yang sudah menua (aged garlic extract, AGE), terbuat dari bawang putih yang dibiarkan menua selama setidaknya 20 bulan, memiliki senyawa aktif yang lebih stabil daripada kebanyakan bentuk lain. Mengonsumsi suplemen bawang putih dalam bentuk ini tampaknya memberikan manfaat kesehatan terbesar dan dengan efek merugikan yang lebih sedikit.

Klaim untuk Bawang Putih

Bawang putih mengurangi kecenderungan pembekuan normal trombosit (partikel dalam darah yang membantu menghentikan perdarahan). Karena bawang putih menghentikan mikroorganisme (seperti bakteri) agar tidak berkembang biak, bawang putih memiliki beberapa efek antiseptik dan antibakteri. Para pendukungnya juga menyatakan bahwa bawang putih dapat

  • Mengurangi kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL)

  • Mengurangi risiko kanker, terutama kanker gastrointestinal

  • Menurunkan kadar gula darah

Bawang putih juga dikatakan dapat membantu mencegah pilek biasa dan mengobati penyakit perlemakan hati nonalkohol (nonalcoholic fatty liver disease, NAFLD).

Bukti untuk Bawang Putih

Bukti terkuat yang tersedia untuk konsumsi suplemen bawang putih, khususnya AGE, adalah untuk menurunkan tekanan darah. Dalam dosis besar, bawang putih dapat sedikit menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. 

  • Efek bawang putih dalam menurunkan kolesterol tidaklah konsisten, tetapi dalam suatu meta-analisis 2013, bukti menunjukkan bahwa bawang putih menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat, lipoprotein densitas-rendah (LDL), yang mungkin cukup untuk menurunkan risiko gangguan jantung, seperti serangan jantung.

  • Pada tahun 2023, hasil meta-analisis dari 12 penelitian melaporkan bahwa bawang putih dapat memiliki efek menguntungkan pada lipoprotein densitas tinggi (HDL) dan ukuran pengerasan arteri.

  • Bukti ilmiah untuk penggunaan asupan bawang putih dan suplemen bawang putih menunjukkan perlindungan terbatas atau tidak ada perlindungan terhadap kanker. 

  • Sebuah meta-analisis dari 7 penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan kadar gula darah puasa.

Sebagian besar penelitian menggunakan ekstrak bawang putih yang sudah menua. Sediaan yang diformulasikan agar memiliki sedikit atau tidak ada bau mungkin tidak aktif dan perlu dipelajari.

Efek Samping Bawang Putih

Bawang putih biasanya tidak memiliki efek berbahaya selain membuat napas, tubuh, dan ASI berbau seperti bawang putih. Meskipun demikian, mengonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual dan rasa terbakar di mulut, esofagus, dan perut.

Interaksi Obat dengan Bawang Putih

Sejumlah kecil bawang putih yang mungkin dimakan sebagai bagian dari diet cenderung tidak menyebabkan interaksi obat. Meskipun demikian, jumlah yang lebih besar yang mungkin diminum sebagai suplemen dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang mencegah pembekuan darah (seperti warfarin), sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Dengan demikian, bawang putih tidak boleh dimakan atau diminum sebagai suplemen 2 minggu sebelum pembedahan atau sebelum prosedur gigi.

Bawang putih dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati infeksi human immunodeficiency virus (HIV) (seperti saquinavir) yang membuatnya kurang efektif, dan dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang menurunkan kadar gula darah yang menyebabkan penurunan kadar gula darah secara berlebihan.

Bawang putih juga dapat menambah efek obat penurun tekanan darah sehingga menurunkan tekanan darah terlalu banyak. Bawang putih juga dapat berinteraksi dengan takrolimus (obat untuk mencegah penolakan organ yang ditransplantasikan), yang menyebabkan peningkatan kadar takrolimus dan kerusakan hati. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bawang putih menurunkan kadar isoniazid.

Rekomendasi untuk Penggunaan Bawang Putih

Bawang putih tampaknya menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, serta kadar gula darah puasa. Akibatnya, bawang putih dapat membantu mengurangi risiko masalah kardiovaskular. Bawang putih relatif aman, tetapi orang harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum meminum bawang putih jika mereka

  • Menderita diabetes atau HIV

  • Meminum antikoagulan

  • Meminum obat antihipertensi (untuk tekanan darah tinggi)

  • Mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah penolakan transplantasi organ

  • Meminum obat untuk mengobati penyakit, seperti tuberkulosis

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. National Institutes of Health's National Center for Complementary and Integrative Health: Bawang putih

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!