Penyedia Layanan Perawatan untuk Lansia: Tenaga Kesehatan Profesional

OlehDebra Bakerjian, PhD, APRN, University of California Davis
Ditinjau OlehMichael R. Wasserman, MD, California Association of Long Term Care Medicine (CALTCM)
Ditinjau/Direvisi Sept 2024 | Dimodifikasi Apr 2025
v835968_id

Lansia sering kali perlu melihat beberapa jenis tenaga kesehatan profesional yang keterampilannya sesuai dengan kebutuhan mereka. Jenis perawatan ini disebut perawatan interdisipliner. Memahami bidang keahlian masing-masing tenaga kesehatan profesional dapat membantu seseorang memanfaatkan sumber daya yang tersedia bagi mereka dengan lebih baik.

Dokter

Lansia dapat menjumpai berbagai jenis dokter: dokter praktik keluarga, dokter spesialis penyakit dalam umum, spesialis di bidang-bidang seperti gangguan jantung (spesialis kardiologi) atau kanker (spesialis onkologi), dan dokter bedah. Terkadang dokter spesialis penyakit dalam umum dan spesialis yang berbeda bekerja bersama dalam sebuah praktik kelompok. Praktik kelompok ini mempermudah rujukan dan komunikasi di antara para dokter, dan pasien sering kali tidak perlu bepergian ke berbagai lokasi yang berbeda.

Dokter Spesialis Geriatri adalah dokter, biasanya spesialis penyakit dalam atau dokter praktik keluarga, yang dilatih secara khusus untuk merawat lansia. Dokter spesialis geriatri dapat menjadi dokter perawatan primer orang tersebut atau dapat dihubungi secara singkat untuk keperluan konsultasi. Dokter spesialis geriatri dilatih untuk menatalaksanakan banyak gangguan dan masalah pada lansia sekaligus. Mereka berfokus pada memaksimalkan fungsi dan kualitas hidup, serta menatalaksanakan kondisi kronis, bukan mencoba menyembuhkannya. Mereka telah mempelajari perubahan tubuh seiring bertambahnya usia, sehingga mereka dapat membedakan dengan lebih baik ketika suatu gejala disebabkan oleh suatu gangguan dan bukan karena penuaan itu sendiri. Mereka mengevaluasi lansia dalam hal kebutuhan sosial dan emosional serta kebutuhan fisik. Dengan demikian, mereka dapat membantu lansia untuk hidup semandiri mungkin. Orang-orang yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari menemui dokter spesialis geriatri adalah mereka yang

  • Sangat lemah

  • Memiliki banyak gangguan

  • Perlu mendatangi beberapa tenaga kesehatan profesional yang berbeda

  • Mengonsumsi banyak obat dan dengan demikian cenderung mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut

Perawat

Perawat dapat bekerja di tempat praktik dokter, rumah sakit, fasilitas rehabilitasi, fasilitas perawatan jangka panjang, atau pusat kegiatan lansia, atau mereka dapat memberikan perawatan di rumah seseorang. Perawat dapat membantu mengoordinasikan perawatan dengan menyampaikan informasi kepada berbagai tenaga kesehatan profesional yang terlibat, pasien, dan anggota keluarga. Selain itu, mereka juga sering kali lebih siap untuk menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan oleh lansia tentang gangguan atau pengobatan mereka. Perawat dapat mengajari lansia tentang langkah-langkah untuk membantu menjaga kesehatan, seperti pola makan, keselamatan, pengelolaan stres, tidur, dan olahraga. Tugas lainnya meliputi memeriksa tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, dan suhu), mengambil sampel darah, memberikan pengobatan, dan penyuluhan tentang cara merawat diri sendiri. Perawat dapat mengajukan pertanyaan tentang kesehatan seseorang (untuk riwayat kesehatan) dan situasi rumah.

Perawat terdaftar (registered nurse, RN) sering kali memberikan sebagian besar perawatan kesehatan lansia. Perawat terdaftar mengawasi perawatan yang diberikan oleh perawat praktik berlisensi (licensed practical nurses, LPN) dan asisten perawat. Perawat terdaftar diajarkan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa ada tidaknya perubahan yang perlu dievaluasi oleh dokter. Mereka juga dapat memberikan obat-obatan, sebagaimana diresepkan oleh dokter. Perawat praktik berlisensi dapat melakukan banyak fungsi tetapi selalu berada di bawah pengawasan perawat terdaftar. Perawat dapat memperoleh pelatihan tingkat lanjut di bidang khusus. Perawat yang memiliki pelatihan tingkat lanjut dalam perawatan lansia disebut spesialis perawat geriatri.

Praktisi perawat (Nurse practitioner, NP)

Praktisi perawat adalah perawat terdaftar yang menerima pelatihan tambahan dalam hal diagnosis dan pengobatan. Oleh karena itu, praktisi perawat memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada perawat terdaftar. Mereka dapat menulis resep dan memesan tes. Beberapa praktisi perawat, yang disebut praktisi perawat dewasa-gerontologi, dilatih khusus untuk merawat lansia. Praktisi perawat keluarga juga menerima pelatihan dalam perawatan lansia tetapi dengan penekanan yang lebih sedikit dibandingkan praktisi perawat dewasa-gerontologi.

Asisten dokter (physician assistant, PA)

Asisten dokter memiliki beberapa fungsi yang sama dengan dokter dan praktisi perawat tetapi selalu berada di bawah pengawasan dokter. Fungsinya meliputi yang berikut ini:

  • Menanyakan tentang kesehatan seseorang (untuk riwayat kesehatan)

  • Melakukan pemeriksaan fisik

  • Memerintahkan tes diagnostik

  • Membantu dokter mengembangkan rencana pengobatan

  • Membantu dalam pembedahan

  • Melakukan prosedur rutin, seperti menyuntik dan menjahit luka

  • Memberikan informasi kepada pasien tentang rencana pengobatan dan perawatan diri mereka (seperti informasi tentang diet sehat dan olahraga)

Asisten dokter bekerja di sebagian besar tempat perawatan, termasuk fasilitas perawatan jangka panjang. Mereka dapat memberikan perawatan kesehatan di rumah pasien. Beberapa asisten dokter mengkhususkan diri dalam mengobati lansia.

Apoteker

Selain menyiapkan obat, apoteker mengevaluasi resep untuk memastikan penggunaan obat-obatan yang tepat. Apoteker dapat memeriksa untuk memastikan bahwa lansia tidak menggunakan obat-obatan yang menimbulkan risiko khusus bagi mereka (lihat tabel Obat-obatan yang Dapat Menimbulkan Masalah pada Lansia). Apoteker juga memastikan bahwa petunjuknya sudah jelas dan menyertakan informasi tentang seberapa banyak dan seberapa sering obat digunakan. Mereka melacak resep dan pengisian ulang obat seseorang. Dengan cara ini, mereka dapat memeriksa kemungkinan interaksi antar obat. Mereka juga memberikan informasi kepada tenaga kesehatan profesional lainnya tentang cara menggunakan obat-obatan yang tepat pada lansia.

Di rumah sakit dan tempat rawat inap lainnya, apoteker berperan penting dalam rekonsiliasi obat. Rekonsiliasi obat adalah proses pembuatan daftar selengkap dan seakurat mungkin dari obat-obatan yang digunakan seseorang saat ini dan membandingkan daftar tersebut dengan rekam medis atau instruksi pengobatan dari tenaga kesehatan profesional. Proses ini dilakukan untuk memastikan tidak ada obat yang diduplikasi atau dihilangkan dan tidak ada kesalahan yang terjadi. Rekonsiliasi obat harus dilakukan pada setiap transisi perawatan.

Beberapa apoteker mengkhususkan diri dalam perawatan lansia. Terkadang mereka disebut apoteker konsultan (perawatan senior). Mereka sering kali bekerja di panti jompo.

Dietisien

Dietisien mengkaji seberapa baik kebutuhan nutrisi terpenuhi. Jika kebutuhan tidak terpenuhi, dietisien memberikan rekomendasi spesifik tentang makanan mana yang harus dipilih dan cara menyiapkan makanan. Sejumlah besar lansia, terutama mereka yang berada di panti jompo, mengalami kekurangan gizi. Banyak lansia dapat memperoleh manfaat dari bantuan dietisien.

Terapis

Berbagai jenis terapis mungkin diperlukan, bergantung pada gangguan dan masalah yang dialami seseorang.

Terapis fisik mengevaluasi dan mengobati orang yang mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsinya—misalnya, kesulitan berjalan, mengubah posisi (berdiri, duduk, atau berbaring), berpindah dari tempat tidur ke kursi, mengangkat, atau membungkuk. Mereka bekerja dengan orang-orang yang mengalami masalah seperti stroke, amputasi anggota gerak, atau operasi pinggul. Perawatan dapat berupa latihan fisik, pemberian panas, ultrasound, dan pengaturan posisi (misalnya, menempatkan mereka di kursi yang sesuai dengan ukuran dan struktur tubuh untuk membuat mereka senyaman mungkin).

Terapis okupasi mengevaluasi dan mengobati orang yang kesulitan melakukan aktivitas tertentu, terutama aktivitas untuk merawat diri mereka sendiri (misalnya, berpakaian atau mandi), bekerja, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya.

Terapis wicara membantu orang yang kesulitan menggunakan dan memahami bahasa. Mereka juga dapat membantu orang yang mengalami kesulitan menelan, terutama setelah stroke.

Pekerja sosial

Pekerja sosial membantu mengoordinasikan pemulangan dari rumah sakit dan pemindahan antar fasilitas. Mereka dapat membantu seseorang mengisi formulir asuransi dan formulir lainnya. Mereka membantu mengidentifikasi layanan yang dapat diberikan di rumah dan komunitas dan sering kali membantu mengatur layanan ini. Mereka juga mengevaluasi respons seseorang terhadap perawatan dan layanan yang diperoleh.

Pekerja sosial dapat mempertemukan anggota keluarga untuk berdiskusi tentang masalah perawatan kesehatan yang penting. Banyak pekerja sosial yang memberikan konseling kepada orang-orang yang mengalami kecemasan, depresi, atau kesulitan dalam mengatasi gangguan atau disabilitas.

Sebagian besar pekerja sosial memahami kebutuhan khusus lansia. Namun, beberapa di antaranya dilatih khusus untuk memberikan konseling kepada lansia dan menentukan apakah mereka memerlukan pengawasan atau bantuan tambahan.

Asisten perawat

Asisten perawat merawat orang-orang di rumah sakit, fasilitas rehabilitasi, panti jompo, komunitas tempat tinggal berbantuan, atau fasilitas medis lainnya di bawah arahan perawat. Mereka umumnya dilatih untuk melakukan beberapa penilaian kesehatan sederhana seperti mengukur suhu dan mengukur denyut nadi dan tekanan darah.

Mereka juga dilatih untuk membantu aktivitas dasar sehari-hari seperti mandi, berpakaian, dan makan.

Asisten perawat dapat berupa personel yang ditugaskan untuk menanggapi sinyal lampu atau bel yang menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan bantuan.

Asisten kesehatan di rumah

Asisten kesehatan di rumah biasanya menyediakan layanan yang berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga seperti menyiapkan makanan, membantu mencuci pakaian, dan melakukan pekerjaan rumah tangga ringan.

Ahli etika medis

Ahli etika medis membantu menyelesaikan konflik tentang masalah moral yang muncul selama perawatan kesehatan. Misalnya, tenaga kesehatan profesional dan anggota keluarga mungkin tidak setuju terkait apakah pengobatan yang tampaknya tidak efektif perlu dihentikan. Ahli etika medis dapat berupa dokter, tenaga kesehatan profesional lainnya, pengacara, atau orang lain yang telah dilatih secara khusus dalam etika medis. Beberapa rumah sakit mempekerjakan ahli etika medis atau tim ahli etika medis.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!