Kista kulit adalah benjolan yang umum terjadi dan tumbuh lambat. Kista inklusi epidermal adalah kista kulit yang paling umum terjadi.
(Lihat juga Gambaran Umum tentang Pertumbuhan Kulit.)
Kista inklusi epidermal (kista epidermis), sering kali salah disebut sebagai kista sebasea, berwarna seperti kulit dan memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari diameter beberapa centimeter hingga beberapa milimeter. Kista ini sering kali memiliki pori yang membesar yang melapisinya dan dapat menyerupai abses. Ini dapat muncul di mana saja tetapi paling umum di bagian belakang, kepala, dan leher. Kista ini cenderung keras dan mudah bergerak di dalam kulit. Kista ini mengandung zat kimia berbau busuk yang terdiri dari sekresi kulit. Kista epidermal tidak menyakitkan kecuali pecah di bawah kulit dan menjadi meradang atau terinfeksi.
Foto di sebelah kiri menunjukkan kista inklusi epidermal pada dagu. Foto jarak dekat di sebelah kanan menunjukkan zat seperti keju dan berbau busuk yang terdiri atas sekresi yang terkandung dalam kista.
© Springer Science+Business Media
Milia adalah kista inklusi epidermal kecil dan dangkal. Kondisi ini paling sering terjadi di wajah dan kulit kepala.
Foto ini menunjukkan kista kecil berwarna krem yang sering terlihat pada wajah bayi baru lahir.
PERPUSTAKAAN FOTO SAINS
Kista pilar (kista trikilemal atau wen) dapat terlihat identik dengan kista inklusi epidermal. Sekitar 80% kista pilar terjadi di kulit kepala. Kecenderungan mengalami kista pilar dapat bersifat keturunan.
Kista kutan dapat dihilangkan melalui pembedahan setelah anestesi disuntikkan untuk mengebaskan area tersebut. Dinding kista harus dihilangkan sepenuhnya, kalau tidak kista akan tumbuh kembali. Kista yang pecah di bawah kulit perlu dipotong agar terbuka untuk dikuras. Kista kecil yang mengganggu dapat diangkat dan dikuras. Kista pecah juga terkadang diobati dengan injeksi steroid (terkadang disebut juga sebagai glukokortikoid atau kortikosteroid) dan antibiotik seperti doksisiklin untuk membantu mengurangi inflamasi terkait.
