Alergi terhadap Obat-obatan

OlehJames Fernandez, MD, PhD, Cleveland Clinic Lerner College of Medicine at Case Western Reserve University
Ditinjau OlehBrian F. Mandell, MD, PhD, Cleveland Clinic Lerner College of Medicine at Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Jan 2025 | Dimodifikasi Apr 2025
v716362_id

Orang terkadang salah mengartikan reaksi obat merugikan sebagai alergi. Misalnya, orang yang mengalami ketidaknyamanan lambung setelah meminum aspirin (reaksi merugikan yang umum terjadi) sering kali mengatakan bahwa mereka "alergi" terhadap aspirin. Namun, ini bukan reaksi alergi yang sebenarnya.

Reaksi alergi sesungguhnya melibatkan aktivasi sistem imun yang dipicu oleh obat atau medikasi (lihat juga Gambaran Umum Reaksi Alergi). Penggunaan aspirin dapat menyebabkan ketidaknyamanan lambung karena aspirin mengganggu pertahanan alami lambung terhadap asam lambung.

Reaksi alergi (biasanya hipersensitivitas) terhadap obat (termasuk medikasi) relatif jarang terjadi. Berbeda dengan jenis reaksi obat merugikan lainnya, jumlah dan keparahan reaksi alergi biasanya tidak berkorelasi dengan jumlah obat yang diminum. Bagi orang-orang yang alergi terhadap obat, bahkan obat dalam jumlah kecil pun dapat memicu reaksi alergi (lihat Gambaran Umum Tentang Reaksi Alergi). Reaksi ini berkisar dari ringan dan hanya terasa mengganggu hingga berat dan mengancam jiwa. Contohnya adalah

  • Ruam dan gatal-gatal

  • Demam

  • Penyempitan saluran napas dan mengi

  • Pembengkakan jaringan (seperti kotak suara [laring] dan celah antara pita suara yang menutup untuk menghentikan aliran udara ke paru-paru [glotis]), yang mengganggu pernapasan

  • Penurunan tekanan darah, terkadang hingga tingkat rendah yang membahayakan

Jenis reaksi alergi lain terhadap obat bahkan lebih jarang terjadi dibandingkan reaksi hipersensitivitas. Biasanya diperlukan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum kemunculannya dan cenderung bertahan lebih lama. Reaksi ini melibatkan berbagai jenis antibodi yang bereaksi dengan obat dan menyerang berbagai bagian tubuh. Misalnya, dapat memengaruhi sel darah merah dan menyebabkan anemia atau menyebabkan peradangan yang dapat memengaruhi kulit, sendi, atau ginjal.

Alergi obat tidak dapat diantisipasi, karena reaksi terjadi setelah seseorang terlebih dahulu terpapar obat tersebut (baik yang diaplikasikan pada kulit, diberikan secara oral, atau disuntikkan) satu atau beberapa kali tanpa reaksi alergi. Reaksi ringan dapat diobati dengan antihistamin. Reaksi anafilaksis yang berat atau mengancam jiwa mungkin memerlukan injeksi epinefrin (disebut juga adrenalin) atau kortikosteroid, seperti hidrokortison.

Sebelum meresepkan medikasi baru, dokter biasanya menanyakan apakah seseorang memiliki alergi obat yang diketahui. Orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat harus mengenakan kalung atau gelang peringatan medis yang mencantumkan alergi obat mereka. Informasi ini (misalnya alergi penisilin) dapat memperingatkan petugas medis dan paramedis jika terjadi keadaan darurat.

Informasi Lebih Lanjut

Sumber daya berbahasa Inggris berikut ini mungkin berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. Pusat Penanganan Racun Amerika: Akses ke informasi tentang berbagai racun, saluran bantuan darurat (1-800-222-1222), dan tip pencegahan.

  2. Sistem Pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan FDA (FAERS): Akses ke Pertanyaan dan Jawaban pada Sistem Pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan FDA (FAERS).

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!