Evaluasi Gangguan Ginjal

Ditinjau/Direvisi: Feb 2026 OlehPaul H. Chung, MD, Sidney Kimmel Medical College, Thomas Jefferson University | Ditinjau OlehLeonard G. Gomella, MD, Sidney Kimmel Medical College at Thomas Jefferson University
Last updated: Feb 2026
v12804564_id

Evaluasi untuk gangguan ginjal atau saluran kemih dimulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Dokter terkadang perlu melakukan tes atau prosedur untuk mendiagnosis gangguan ginjal atau saluran kemih.

Riwayat

Dokter mendapatkan riwayat medis dengan mewawancarai orang tersebut. Wawancara mencakup pertanyaan tentang gejala orang tersebut, riwayat medis sebelumnya (gangguan apa yang dialami orang tersebut), pengobatan (yang diresepkan dan dijual bebas), obat-obatan dan zat (rekreasional [termasuk alkohol dan tembakau] dan terlarang), alergi, dan gangguan yang diturunkan di keluarga. Biasanya, orang dengan kemungkinan gangguan ginjal atau saluran kemih akan ditanya tentang hal-hal berikut ini:

  • Jumlah, frekuensi, dan waktu buang air kecil

  • Apakah buang air kecil terasa sakit atau terbakar

  • Apakah ada darah di dalam urine

  • Apakah kebocoran urine terjadi (inkontinensia urine)

  • Apakah memulai aliran kemih itu sulit

  • Apakah kandung kemih terasa seperti tidak sepenuhnya kosong

  • Apakah mereka pernah mengalami infeksi saluran kemih sebelumnya, prosedur medis yang melibatkan saluran kemih, atau pembedahan

  • Apakah mereka mengalami nyeri di panggul, bagian samping, punggung bagian bawah, atau perut, atau di dekat alat kelamin (seperti pangkal paha atau labia)

  • Diet dan waktu serta jenis asupan makanan dan cairan (kadang-kadang)

Misalnya, karena beberapa makanan dan obat-obatan dapat mengubah warna urine, dokter dapat menanyakan diet orang tersebut. Beberapa makanan, seperti bit, rhubarb, dan terkadang pewarna makanan, dapat membuat urine tampak merah. Beberapa medikasi, yang paling sering digunakan adalah fenazopiridin, tetapi kadang-kadang cascara sagrada, fenitoin, rifampin, metildopa, fenindion, fenolftalein, fenotiazin, dan senna dapat membuat urine tampak berwarna kuning tua hingga oranye atau merah.

Demikian pula, beberapa makanan seperti asparagus, bawang putih, dan bawang bombai dapat menyebabkan bau urine menyengat, seperti halnya obat-obatan seperti obat-obatan sulfa, beberapa obat diabetes, dan vitamin B.

Ada beberapa kondisi medis yang dapat mengubah warna dan bau urine, termasuk diabetes, penyakit hati, infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual, dan beberapa penyakit metabolik.

Seseorang yang sering bangun di malam hari untuk berkemih dapat ditanya tentang jumlah, jenis, dan waktu cairan yang diminum.

Organ-organ Saluran Kemih

Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter (saluran yang membawa air seni dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang mengalirkan urine keluar dari tubuh). Organ-organ ini dapat cedera akibat benda tumpul (seperti yang terjadi pada kecelakaan kendaraan bermotor atau terjatuh) atau oleh benda tajam (seperti akibat tembakan atau penusukan). Cedera juga dapat terjadi secara tidak disengaja selama pembedahan.

Pemeriksaan Fisik

Dokter kemudian memeriksa orang tersebut. Mereka mungkin mencoba meraba ginjal. Ginjal biasanya tidak dapat dirasakan pada orang dewasa dan anak-anak normal, kecuali terkadang pada orang yang sangat kursus. Ginjal dapat dirasakan pada bayi baru lahir normal. Dokter dapat memberikan tekanan lembut pada tubuh bagian samping atau punggung bagian bawah (panggul) orang tersebut. Nyeri yang terjadi selama manuver ini dapat menunjukkan adanya masalah dengan ginjal (seperti pembengkakan atau infeksi). Jika seseorang mengalami kesulitan buang air kecil dan tekanan di perut bagian bawah, dokter dapat meletakkan jari di perut bagian bawah dan mengetuknya. Jika suara yang dihasilkan oleh ketukan sangat samar, kandung kemih mungkin bengkak (mengalami distensi).

Pada laki-laki, dokter dapat memeriksa alat kelamin, termasuk testis, untuk memastikan bahwa testis tidak membengkak, lunak, atau ditempatkan secara tidak normal. Dokter kemudian dapat melakukan pemeriksaan rektal untuk menentukan apakah kelenjar prostat membengkak. Prostrat yang membesar dapat menghambat aliran urine.

Pada perempuan, dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk menentukan apakah peradangan atau iritasi lapisan vagina (vaginitis) atau organ genital berkontribusi pada gejala saluran kemih.

Dokter juga dapat memeriksa perubahan terkait penyakit ginjal pada kulit seseorang, seperti kekeringan parah, pucat, goresan akibat gatal, dan kelainan pada kuku. Dokter mungkin mendengarkan jantung dan paru-paru dengan stetoskop untuk mendeteksi suara jantung dan paru-paru yang tidak biasa yang mungkin mengindikasikan efek gangguan ginjal terhadap organ tersebut. Jika dokter mencurigai adanya penyakit ginjal kronis, mereka memeriksa untuk memastikan orang tersebut tidak mengantuk atau bingung.

Pengujian

Setelah dokter menyelesaikan pemeriksaan fisik, sering kali mereka perlu memeriksa sampel urine. Jika dokter mencurigai adanya infeksi, mereka juga dapat meminta laboratorium untuk mencoba membiakkan mikroorganisme dari sampel urine (ini disebut kultur urine).

Dokter biasanya perlu melakukan tes pencitraan jika mereka mencurigai adanya penyumbatan (obstruksi) atau abnormalitas organ dalam saluran kemih.

Untuk menentukan seberapa baik ginjal menyaring limbah dari darah, dokter sering melakukan tes terhadap sampel darah dan urine (tes fungsi ginjal).

Kadang-kadang dokter perlu memeriksa bagian dalam kandung kemih (sistoskopi) atau memeriksa sampel sel dari urine atau dari ginjal atau prostat (biopsi).

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!