Erisipeloid

OlehLarry M. Bush, MD, FACP, Charles E. Schmidt College of Medicine, Florida Atlantic University;
Maria T. Vazquez-Pertejo, MD, FACP, Wellington Regional Medical Center
Ditinjau OlehBrenda L. Tesini, MD, University of Rochester School of Medicine and Dentistry
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Sept 2025
v15607575_id

Erisipeloid adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri gram positif Erysipelothrix rhusiopathiae.

  • Seseorang terinfeksi ketika mereka mengalami luka tusukan atau luka lecet ketika mereka memegang bahan hewani yang terinfeksi.

  • Erisipeloid menyebabkan ruam merah keunguan yang mengeras dan dapat terasa gatal, terbakar, dan/atau membengkak.

  • Dokter mendiagnosis erisipeloid berdasarkan kultur sampel jaringan yang terinfeksi.

  • Infeksi dapat diobati secara efektif dengan antibiotik.

(Lihat juga Gambaran Umum Bakteri.)

Bakteri erisipelotriks banyak terjadi di seluruh dunia dan dapat menginfeksi berbagai hewan, termasuk kerang, ikan, burung, dan mamalia (terutama babi), dan serangga.

Seseorang dapat terinfeksi melalui luka tusukan atau luka lecet yang terjadi saat memegang bahan hewani yang terinfeksi (seperti karkas atau ikan yang terinfeksi). Risiko lebih tinggi dialami tukang daging, orang yang bekerja di rumah penyembelihan hewan, petani, juru masak, dan nelayan.

Seseorang juga dapat terinfeksi ketika digigit oleh kucing atau anjing yang terinfeksi.

Gejala Erisipeloid

Ruam merah keunguann yang mengeras berkembang di lokasi cedera. Ruam tersebut dapat terasa gatal, terbakar, dan/atau membengkak. Pembengkakan dapat mengganggu penggunaan tangan. Terkadang kelenjar getah bening di dekatnya membengkak. Gejala dapat berlangsung selama 3 minggu. Ruam biasanya memiliki batas yang jelas tetapi terkadang dapat menyebar ke luar lokasi cedera.

Bakteri Erysipelothrix jarang menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi sendi atau katup jantung.

Erisipeloid
Sembunyikan Detail

Gambar ini menunjukkan ruam berwarna merah keunguan yang mengeras yang disebut erisipeloid.

Gambar atas seizin Thomas Habif, MD.

Diagnosis Erisipeloid

  • Kultur dan tes lain terhadap sampel jaringan yang terinfeksi

Untuk mendiagnosis erisipeloid, dokter dapat mengambil sampel jaringan dari kulit yang terinfeksi dan mengirimkannya ke laboratorium sehingga bakteri, jika ada, dapat dibiakkan (dikultur) dan diidentifikasi. Jika dokter mencurigai bahwa terjadi infeksi pada sendi atau katup jantung, mereka akan mengambil sampel cairan sendi atau darah dan memeriksanya untuk mengetahui adanya bakteri Erysipelothrix.

Dokter dapat menggunakan teknik reaksi berantai polimerase (PCR) terhadap sampel untuk meningkatkan jumlah materi genetik (DNA). Teknik ini membantu dokter mendeteksi bakteri dengan lebih cepat.

Pengobatan Erisipeloid

  • Antibiotik

Jika erisipeloid hanya melibatkan kulit, dokter biasanya memberikan antibiotik kepada pasien, seperti penisilin atau ampisilin, siprofloksasin, atau klindamisin, secara oral selama satu minggu.

Jika bakteri Erysipelothrix sudah menyebar, dokter akan memberikan antibiotik melalui pembuluh vena untuk waktu yang lebih lama.

Jika katup jantung terinfeksi, sering kali dilakukan penggantian katup jantung.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!